Table of Contents

Prasyarat
  • Pengalaman Bahasa Pemrograman.
  • IDE, yang paling populer adalah VSCode (gratis), GoLand (berbayar), dan Vim (gratis).
  • Terminal, Go berfungsi dengan baik menggunakan terminal apa pun di Linux dan Mac, dan di PowerShell atau cmd di Windows.
Installasi

Sangat mudah tinggal ikuti langkah di website resminya https://go.dev/doc/install.

Buka terminal lalu ketik kode berikut

				
					go version
				
			

Jika berhasil akan muncul tampilan sbb :

Membuat kode pertama kali

Buat Folder

Buka terminal, lalu ketikan kode berikut :

				
					cd
mkdir hello
cd hello
				
			

Aktifkan Dependency

Saat kode mengimpor paket dari modul lain, Go mengatur dependensi tersebut lewat modul. Sebuah modul didefinisikan oleh berkas bernama go.mod yang melacak modul-modul apa saja yang digunakan. Berkas go.mod tersebut disimpan bersama dengan kode, dimasukkan dalam repositori sumber kode.

Untuk mengaktifkan pelacakan dependensi pada kode, dengan membuat sebuah berkas go.mod, jalankan perintah go mod init dengan memberikan parameter nama dari modul untuk contoh kode kita sekarang. Nama tersebut berupa path dari modul. Umumnya, ia berupa lokasi repositori di mana sumber kode disimpan, seperti github.com/<user>/mymodule. Jika kita ingin menerbitkan modul supaya dapat digunakan oleh orang lain, maka path dari modul harus berupa lokasi yang dapat diunduh oleh perkakas Go.

Disini saya akan menggunakan example/hello, masih di dalam direktori hello ketikan perintah berikut :

				
					go mod init example/hello
				
			

go: creating new go.mod: module example/hello

Log tersebut menandakan go membuat file bernama go.mod

Buka projek anda, disini saya menggunakan visual code

				
					code .
				
			

Buat file baru bernama hello.go dengan isi sbb :

				
					package main

import "fmt"

func main() {
    fmt.Println("Hello, World!")
}
				
			

Penjelasan :

  1. Deklarasikan package main(package adalah cara untuk mengelompokkan fungsi, dan terdiri dari semua file dalam direktori yang sama).
  2. Impor package populer bernama fmt, yang berisi fungsi untuk memformat teks, termasuk mencetak ke konsol. Paket ini adalah salah satu paket pustaka standar yang Anda dapatkan saat menginstal Go.
  3. Terapkan fungsi main untuk mencetak pesan ke konsol. Fungsi main dijalankan secara default saat Anda menjalankan paket main.

Jalankan kode untuk melihat pesan yang anda buat.

				
					go run .
				
			

Hasilnya sbb :

Memanggil Kode dari luar Package

Contoh kita akan memanggil module “quote” package dari pkg.go.dev(sebuah pusat sumber informasi tentang paket-paket dan modul-modul Go).

Buat project baru bernama helloquote

				
					cd
mkdir helloquote
cd helloquote
go mod init example/helloquote
				
			

Buat file index.go

				
					package main

import (
	"fmt"

	"rsc.io/quote"
)

func main() {
	fmt.Println(quote.Go())
}
				
			

Pada Visual Code akan terlihat baris error pada baris ke 6 dikarenakan kita belum menambahkan module tersebut ke dalam dependensinya.

Tambahkan dependensi pada modul dan hasil sum-nya dengan perintah berikut :

				
					go mod tidy
				
			

go: finding module for package rsc.io/quote
go: found rsc.io/quote in rsc.io/quote v1.5.2

Setelah itu kode error akan hilang.

Jalankan kembali kode untuk melihat pesan yang dibangkitkan oleh pemanggilan fungsi Go

				
					go run .
				
			
				
					Don't communicate by sharing memory, share memory by communicating.
				
			

Perhatikan sekarang, kode memanggil fungsi Go, mencetak sebuah pesan pribahasa tentang komunikasi.

Saat kita menjalankan “go mod tidy”, ia mencari dan mengunduh modul “rsc.io.quote” yang berisi paket yang kita impor. Secara bawaan, Go akan mengunduh versi yang paling terbaru — v1.5.